Koperasi Sembako Per Komplek

Anggaplah dalam satu komplek perumahan ada 100 orang warga. 100 orang warga ini masing-masing berinvestasi sebanyak 1 juta.
Sehingga terkumpulah modal sebanyak 100 juta. Saham anggota rata sebesar 1 %.

100 juta ini kemudian diinvestasikan ke dalam sebuah toko sembako. barang dagangannya tentu saja yg menjadi kebutuhan pokok warga komplek setiap harinya: Beras, gula, sayur, daging, minyak goreng, susu, telur, garam, gas, pulsa, dsb. Pengelolaanya ditentukan berdasarkan musyawarah. Bangunan tokonya bisa memanfaatkan ruang kosong di fasum (fasilitas umum), bisa juga di rumah warga yg agak luas.

Nah sekarang setiap orang dalam komplek ini tidak perlu repot lagi belanja sembako jauh-jauh ke pasar / carre*** / indo*** / dsb.
Harga barang pun bisa ditekan ke nilai paling rendah, karena koperasi sendiri yang menentukan harga jualnya. Ini Keuntungan pertama.

Keuntungan kedua: Laba yang diperoleh dari tutup buku setiap bulan akan kembali lagi ke anggota koperasi. Misalnya laba bersih 10 juta / bln. Maka masing-masing anggota akan mendapatkan bagi hasil sesuai saham. 1 % x 10 juta = 100.000. Wow sudah dapet kemudahan akses sembako, dapet untung lagi 100 ribu / bln.

Kalau 100 ribu/bln, berarti 10 bulan kemudian tiap anggota sudah pulang modal. Bulan ke-11 dan seterusnya tinggal menerima keuntungan saja dari tutup buku bulanan koperasi. Dari sini nantinya koperasi bisa dikembangkan dengan membuka unit baru (Misalnya Unit pembiayaan, Unit Titipan, dan Unit usaha lainnya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s